Category: Featured

  • Komjen Pol. Dedi Prasetyo dan Transformasi Paradigma Polisi yang Humanis

    Komjen Pol. Dedi Prasetyo dan Transformasi Paradigma Polisi yang Humanis

    Seringkali kita melihat polisi hanya dari atribut fisiknya: seragam yang gagah, lencana yang berkilau, dan ketegasan yang terpancar dari kedisiplinan baris-berbaris. Namun, di balik itu semua, masyarakat menyimpan harapan besar akan hadirnya sosok pelindung yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga bijaksana secara batin.

    Sebagaimana ditekankan oleh Komjen Pol. Prof. Dedi Prasetyo, Polri sedang menempuh jalan transformasi menuju era di mana polisi tidak sekadar menjadi pelaksana aturan, melainkan subjek yang berpikir dan merefleksikan setiap tindakannya.

    1. Intelektualitas: Senjata Utama Melampaui Senjata Api

    Apa artinya menjadi “Polisi yang Berpikir”? Ini bukan sekadar tentang gelar akademis, melainkan tentang ketajaman intelektual dalam menghadapi dinamika sosial yang kompleks.

    Problem Solving: Anggota Polri masa kini dituntut mampu membedah akar masalah di lapangan sebelum mengambil tindakan.
    Diskresi yang Bijak: Menggunakan akal sehat untuk membedakan kapan hukum harus ditegakkan secara kaku dan kapan pendekatan persuasif jauh lebih efektif dalam meredam konflik.
    De-eskalasi: Kekuatan utama bukan lagi terletak pada kemampuan melumpuhkan lawan, melainkan pada kemampuan bernegosiasi untuk mencegah kekerasan terjadi.
    2. Kematangan Moral dalam Situasi Krisis

    Transformasi ini adalah sebuah revolusi mental. Polisi yang humanis adalah mereka yang memiliki kematangan moral untuk tetap berdiri tegak di atas prinsip keadilan, bahkan dalam situasi yang paling menekan sekalipun.

    “Integritas tidak diuji saat situasi tenang, melainkan saat seorang anggota harus memilih antara ego kekuasaan atau pengabdian kepada nilai kemanusiaan.”

    Ketika moralitas menjadi kompas, maka tidak ada lagi ruang bagi arogansi. Setiap interaksi dengan warga—dari tilang di jalan raya hingga penyidikan di ruang pemeriksaan—dijalankan dengan penghormatan terhadap martabat manusia.

    3. Membangun Polri yang Unggul Lewat Kepercayaan

    Visi “Polisi Masa Depan” adalah tentang Polri yang hadir sebagai kawan, pendengar, dan pemberi solusi. Polri yang unggul tidak diukur dari seberapa banyak kasus yang diproses, melainkan dari seberapa tinggi tingkat kepercayaan (public trust) yang diberikan oleh rakyatnya.

    Kepercayaan adalah mata uang yang paling berharga dalam dunia kepolisian. Tanpa kepercayaan, polisi hanyalah aparat; dengan kepercayaan, polisi adalah bagian dari keluarga besar masyarakat.

    Kesimpulan: Kekuatan Sejati

    Pada akhirnya, kekuatan sejati seorang polisi tidak terletak pada pinggang yang menyandang senjata, melainkan pada hati yang mampu merasakan keresahan warga dan otak yang mampu memberikan solusi cerdas. Transformasi menuju Polri yang Humanis adalah janji untuk mewujudkan keamanan yang memanusiakan manusia, demi Indonesia yang lebih harmonis.

    Poin-poin tambahan yang bisa Anda masukkan jika ingin memperluas lagi:

    Digital Intelektual: Kemampuan polisi berpikir dalam menghadapi kejahatan siber.
    Leadership yang Melayani: Bagaimana para pimpinan Polri memberikan teladan dalam bertindak humanis.
    Pendidikan Karakter: Menyoroti pentingnya kurikulum kepolisian yang berbasis psikologi dan sosiologi.

     

     

     

  • Jakarta Jadi Kota Teraman ke-2 ASEAN, Kapolda Metro Terus Perkuat Program ‘Jaga Jakarta’

     

    Jakarta Jadi Kota Teraman ke-2 ASEAN, Kapolda Metro Terus Perkuat Program ‘Jaga Jakarta’

    Jakarta – Jakarta menorehkan prestasi gemilang dengan dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara (ASEAN) tahun 2026 berdasarkan laporan Global Residence Index. Merespons hal tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menegaskan akan terus memperkuat program unggulan ‘Jaga Jakarta untuk Indonesia’.
    Dalam laporan tersebut, Jakarta menduduki peringkat kedua dengan skor keamanan 0,72. Posisi ini menempatkan Jakarta di atas kota-kota besar lain seperti Bangkok, Kuala Lumpur, dan Manila, serta hanya berada satu tingkat di bawah Singapura.

    “Prestasi ini adalah hasil nyata dari komitmen kolektif kita semua. Namun, predikat ini tidak boleh membuat kita lengah. Justru, ini menjadi motivasi untuk semakin memperkuat program ‘Jaga Jakarta’ agar stabilitas keamanan ini terus terjaga dan berkelanjutan,” ujar Irjen Asep di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

    Menindaklanjuti hal tersebut, Irjen Asep kembali memberikan instruksi kepada seluruh jajaran di jajaran Polres hingga Polsek. Ia menekankan bahwa pengamanan tidak boleh bersifat statis, melainkan harus dinamis melalui kolaborasi lintas sektoral dengan Pemprov DKI, TNI dan seluruh stakeholder lainnya, juga dengan seluruh unsur masyarakat.

    “Saya instruksikan kepada seluruh jajaran, jangan cepat berpuas diri. Perkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Keamanan yang kita capai hari ini harus dijaga dengan kolaborasi yang lebih erat, lebih terukur, dan lebih terkoordinasi di lapangan,” tegas Irjen Asep.

    Jenderal bintang dua ini juga meminta jajarannya untuk menjadi motor penggerak dalam memfasilitasi komunikasi antarwarga guna meredam setiap potensi konflik sejak dini.

    “Pastikan setiap personel bergerak dalam satu frekuensi dan satu komando. Sinergi dengan ormas, mitra keamanan, hingga tokoh masyarakat harus ditingkatkan. Kita harus hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk mengamankan, tapi untuk memastikan rasa aman itu benar-benar dirasakan hingga ke tingkat RT dan RW,” tambahnya.

    Irjen Asep menjelaskan bahwa tingginya skor keamanan Jakarta juga berakar pada dukungan masif dari seluruh elemen masyarakat. Komitmen ini tercermin melalui Deklarasi Kamtibmas yang digelar beberapa waktu lalu. Poin-poin deklarasi tersebut meliputi:

    Satu, bersama Polri menolak dengan tegas segala bentuk aksi anarkis dan pengerusakan serta perusuh masyarakat.

    Dua, mendukung tindakan tegas Polri dalam upaya terciptanya situasi yang aman, tertib dan kondusif.

    Tiga, siap melaporkan segala bentuk ancaman dan tindakan aksi anarkis dan pengerusakan serta perusuh masyarakat.

    Empat, siap mendukung program-program Presiden untuk meningkatkan perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat.

    Lima, siap bersama jaga lingkungan, jaga warga, jaga aturan, dan jaga amanah dalam jaga Ibu kota Jakarta untuk Indonesia.

    Kapolda Metro Jaya mengingatkan bahwa konsistensi adalah tantangan utama dalam mempertahankan predikat kota teraman. Melalui program ‘Jaga Jakarta’, ia meminta semua pihak untuk menjunjung tinggi etika di ruang publik maupun digital.

    “Kekuatan Jakarta tidak hanya terletak pada gedung-gedungnya saja, tetapi pada warganya yang tertib dan peduli. Mari kita jaga etika di ruang publik dan ruang digital. Saring informasi sebelum dibagikan agar tidak memicu provokasi,” jelasnya.

    Irjen Asep menegaskan bahwa stabilitas Jakarta adalah prioritas utama demi kepentingan nasional. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang selalu menekankan pentingnya stabilitas. Karena itu, dia mengajak semua untuk tetap solid dan bekerja sama menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat.

    “Mari kita jaga momentum ini. Jakarta adalah wajah bangsa. Dengan menjaga wilayah kita dari berbagai potensi ancaman, kita memastikan Jakarta selalu stabil, aman, dan tertib untuk Indonesia,” pungkas Irjen Asep.

  • Polda Metro Jaya Bongkar Kasus Kekerasan Seksual oleh Driver Online

    Polda Metro Jaya Bongkar Kasus Kekerasan Seksual oleh Driver Online

     

    Jakarta – Direktorat PPA/PPO Polda Metro Jaya mengungkap kasus dugaan tindak pidana percabulan dan/atau kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang pengemudi transportasi online terhadap penumpangnya. Kasus ini menjadi sorotan publik setelah rekaman kejadian beredar di media sosial. Menindaklanjuti hal tersebut, jajaran Direktorat PPA/PPO bergerak cepat melakukan penyelidikan, mengamankan pelaku, serta menyita sejumlah barang bukti terkait perkara. Dalam penyampaian kasus ini turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta dr. Dwi Oktavia serta Komisioner Komnas Perempuan Kombes Pol. (Purn.) Sundari Waris.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, prosedural, dan akuntabel dengan menempatkan perlindungan korban sebagai prioritas utama. “Kami juga mengimbau kepada rekan-rekan media agar bersama-sama menjaga ruang privasi korban. Dalam perkara tindak pidana kekerasan seksual, terdapat ranah pribadi yang harus kita jaga agar tidak menimbulkan trauma lanjutan, baik terhadap korban maupun keluarganya,” ujar Kabidhumas, Senin (06/04/2026).

    Direktur PPA/PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rita Wulandari Wibowo menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026 sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan Apartemen Istana Harmoni, Jakarta Pusat. Korban berinisial SKD (20), perempuan asal Jawa Tengah, diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh pelaku berinisial WAH (39), warga Jakarta Pusat, saat menggunakan jasa transportasi online.

    Menurut Kombes Rita, selama perjalanan pelaku diduga melontarkan percakapan tidak pantas, memegang dan meremas paha korban, kemudian berpindah ke kursi belakang dan berusaha menindih korban secara paksa disertai kekerasan. Korban sempat melakukan perlawanan dan merekam kejadian tersebut. “Peristiwa ini menunjukkan adanya eskalasi dari pelecehan verbal menjadi kekerasan fisik. Dalam proses penanganan ini, kami tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan pemulihan secara menyeluruh,” kata Kombes Rita.

    Dalam proses penyidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain telepon genggam, satu unit mobil Honda Brio warna silver, dokumen kendaraan, pakaian korban dan pelaku, alat kontrasepsi, obat kuat, serta barang lain yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Hasil pemeriksaan Bidokkes Polda Metro Jaya menunjukkan bahwa tersangka positif menggunakan narkoba. Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan dengan Pasal 414 ayat (1) huruf b dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun dan denda paling banyak Rp50 juta, serta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

    Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan transportasi umum serta segera melaporkan melalui layanan 110 apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak kejahatan.

  • Dukun Pengganda Upal Berhasil Dibekuk Polda Metro Jaya

    Dukun Pengganda Upal Berhasil Dibekuk Polda Metro Jaya

    Jakarta – Polda Metro Jaya menangkap pria bernama Mahfud alias MP (39), pelaku pemalsuan uang di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) yang mengaku-ngaku sebagai dukun pengganda uang. Tersangka mulanya hendak menyasar tetangga di kampung halamannya di Cianjur.

    “Cianjur, Jawa Barat. Jadi tadinya targetnya warga tetangganya ya,” jelas Kasubdit II Ekbank Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Robby Syahfery, Rabu (1/4/2026).

    Menurutnya, tersangka juga berencana memanfaatkan momen hari raya Idul Fitri 1447 H untuk melancarkan aksinya. Tersangka juga berencana mencetak uang palsu senilai Rp2 miliar, namun niat itu urung usai pelaku diringkus polusi di kamar hotel di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor.

    “Tadinya modusnya ingin menawarkan pada saat sebelum Idul Fitri gitu, cuma belum terlaksana dan belum ada korban sampai saat ini. Jadi memang dia hanya rencananya targetnya masyarakat di kampungnya mungkin ya. Dia nanti kan ini baru, mungkin belum mencapai tujuannya. Targetnya kan mungkin dia sampai Rp 1 miliar atau Rp 2 miliar,” ujarnya.

    Ia menambahkan, sampai saat ini belum ditemukan korban dari modus tipu-tipu penggandaan uang Mahfud. Penyidik pun mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban untuk melapor.

  • Polda Metro Berhasil Ungkap Clandestine Lab Ekstasi dan Happy Water di Jaktim

    Polda Metro Ungkap Clandestine Lab Ekstasi dan Happy Water di Jaktim

    Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap praktik clandestine lab atau laboratorium gelap pembuatan narkotika jenis ekstasi dan “happy water” yang beroperasi di sebuah apartemen kawasan Cipinang, Jakarta Timur.
    Pengungkapan ini dilakukan oleh Unit 5 Subdit 3 Ditresnarkoba Dipimpin Kasubdit 3 AKBP Ade Candra pada Senin (30/3) sekitar pukul 19.00 WIB. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua orang tersangka masing-masing berinisial K (32) dan S (38) di depan sebuah minimarket di Tower G Apartemen Basura, Cipinang.

     

    Dari tangan kedua tersangka, polisi menemukan barang bukti berupa 10 butir ekstasi. Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan ke unit kamar yang ditempati tersangka di Tower Dahlia lantai 22, yang diduga kuat digunakan sebagai lokasi produksi sekaligus penyimpanan narkotika.

    Di lokasi kedua tersebut, polisi menemukan barang bukti dalam jumlah besar, antara lain bahan baku ekstasi siap cetak seberat 16,695 kilogram yang diperkirakan dapat menghasilkan lebih dari 33 ribu butir ekstasi, 643 butir ekstasi siap edar, serta 34 bungkus ‘happy water’.

    Selain itu, turut diamankan berbagai bahan kimia dan peralatan produksi seperti serbuk kimia, alat cetak ekstasi, timbangan digital, blender, alat press plastik, hingga seperangkat alat laboratorium yang menguatkan dugaan adanya aktivitas produksi narkotika skala rumahan atau clandestine lab.

    Dir Res Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David mengatakan Clandestine Lab atau home industri pembuatan narkoba jenis Ekstasi dan Happy Water ini sudah berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Mereka telah memproduksi kurang lebih 2.000 butir Ekstasi merk Chanel dan Mercy serta 50 pax Happy water.

    Dari lokasi polisi mengungkap bahan baku yang siap di cetak sebanyak 16,6 kilogram yang akan menghasilkan 33.000 butir ekstasi. Polisi juga mengamankan berbagai prekusor serta alat alat untuk pembuatan barang haram tersebut.

    “Di sini dapat dilihat ada alat cetaknya kemudian ini adalah ekstasi yang sudah siap edar sebanyak 643 butir ekstasi,” kata Kombes Ahmad David kepada wartawan.

    “Polda Metro Jaya mengamankan dua orang terduga pelaku yang saat ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif di Polda Metro Jaya,” sambungnya.

  • Disaat Sapa Pemudik di Bakauheni, Kapolri Bagikan Bingkisan dan Boneka

    Sapa Pemudik di Bakauheni, Kapolri Bagikan Bingkisan dan Boneka


    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau arus balik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, pada Sabtu (28/3) siang.
    Sambil memantau situasi di ruang tunggu, Sigit menyempatkan diri berbincang ringan dengan beberapa pemudik pejalan kaki.
    Sigit menanyakan daerah asal hingga tujuan perjalanan sembari memberikan imbauan keselamatan.

    “Minal aidzin walfaidzin. Ini dari mana dan mau kemana tujuannya?” kata Sigit kepada salah satu pemudik yang sedang menunggu jadwal keberangkatan kapal di Pelabuhan Bakauheni.

    Pemudik tersebut mengaku hendak menuju ke daerah Kalideres, Jakarta Barat. Sigit berpesan agar mereka tetap waspada selama perjalanan.

    “Hati-hati di jalan ya, jaga kesehatan dan barang bawaan. Semoga sampai tujuan,” ujarnya.

    Kehadiran orang nomor satu di Korps Bhayangkara ini disambut antusias oleh para pemudik. Banyak dari mereka yang memanfaatkan momen tersebut untuk bersalaman, hingga berswafoto.

    Sigit juga membagikan paket bingkisan berisi makanan ringan dan air mineral kepada pemudik untuk bekal perjalanan. Tidak hanya itu saja, Sigit juga membagikan boneka kepada anak-anak pemudik untuk menghibur mereka di tengah antrean.

    Dalam kunjungan kerjanya itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didampingi oleh Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

    Kemudian Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf dan sejumlah pejabat utama kepolisian.

    Sebelumnya Sigit mengklaim tingkat kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 menurun hingga 7,8 persen dibanding tahun 2025.

    Ia mengatakan penurunan ini terjadi ditengah peningkatan jumlah pemudik sebesar 20,49 persen atau mencapai 2,9 juta masyarakat dari tahun 2025.

    “Tentunya saya juga berterima kasih kepada masyarakat dan juga seluruh anggota yang tahun ini bisa menjaga agar angka kecelakaan, khususnya terkait dengan fatalitas, ini bisa kita kurangi,” ujarnya usai memantau arus balik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada Sabtu (28/3) siang.

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Serahkan Sumur Bor dan Bangun Rumah Al-Qur’an di OKU Timur

    Kapolda Sumsel Serahkan Sumur Bor dan Bangun Rumah Al-Qur’an di OKU Timur

    “Bapak Kapolda Sumsel menitipkan salam hangat sekaligus harapan agar bantuan ini menjadi wasilah kebaikan bagi para santri. Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dalam pembangunan sumber daya manusia yang religius,” ujar AKBP Dwi dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).

    Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Sunarto, menegaskan aksi sosial ini merupakan bagian dari transformasi Polri yang Presisi, di mana pelayanan publik dan kepedulian sosial menjadi prioritas utama.

    “Kapolda Sumsel senantiasa mendorong seluruh jajaran untuk peka terhadap kondisi di wilayahnya. Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga melalui aksi nyata yang bermanfaat. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat,” ungkap Kabid Humas.

    Polda Sumsel berharap hubungan harmonis antara kepolisian dan komunitas pesantren terus terjaga, sekaligus membuktikan Polri berkomitmen penuh mendukung pembangunan sosial dan spiritual di wilayah Sumatera Selatan.

  • Polres Tangerang Selatan Bantu Pemudik Kehabisan Ongkos Hingga Tiba di Rumah Dengan Aman

    Polres Tangerang Selatan Bantu Pemudik Kehabisan Ongkos Hingga Tiba di Rumah Dengan Aman

    Kepedulian aparat kepolisian kembali terlihat di tengah padatnya arus balik Lebaran. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tangerang Selatan melalui Unit Turjawali memberikan bantuan kepada seorang pemudik yang kehabisan ongkos perjalanan di Pos Pelayanan Bitung.

    Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ipda Ruskiyantho, S.H., yang bersama anggotanya sigap membantu warga yang mengalami kendala biaya agar tetap dapat melanjutkan perjalanan pulang. Dengan pendekatan humanis, petugas memastikan pemudik tersebut bisa tiba di rumah dengan aman dan nyaman.

    Ipda Ruskiyantho menyampaikan bahwa kepedulian terhadap masyarakat menjadi prioritas utama, terutama di momen arus balik yang identik dengan kepadatan dan berbagai kendala di perjalanan.

    “Kepedulian adalah prioritas kami di tengah padatnya arus balik,” ujarnya.

    Aksi cepat dan tanggap ini mendapat apresiasi dari masyarakat, sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam mendukung kelancaran dan keselamatan para pemudik.

    #kapoldametrojaya

    #poldametrojaya

     

     

  • Perkuat Solidaritas, Kapolda Sumsel Evaluasi Kinerja Lewat Diskusi Santai

    Perkuat Solidaritas, Kapolda Sumsel Evaluasi Kinerja Lewat Diskusi Santai

    Jakarta – Kapolda Sumatera Selatan, Sandi Nugroho, menggelar coffee morning yang dirangkaikan dengan analisa dan evaluasi (Anev) kinerja jajaran Pejabat Utama (PJU). Kapolda menyampaikan kegiatan ini merupakan instrumen penting untuk membedah kinerja jajaran.
    Kegiatan ini difokuskan pada evaluasi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) guna menjaga dan meningkatkan profesionalisme personel jajaran Polda Sumsel.

    Kapolda Sumsel memimpin langsung pertemuan yang dilaksanakan di Ruangan Transit Lantai 1 Gedung Presisi Polda Sumsel, Palembang, pada Kamis (26/3/2026). Turut hadir mendampingi Kapolda, di antaranya Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, dan Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, beserta seluruh PJU Polda Sumsel.

    Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan kegiatan ini merupakan instrumen penting untuk membedah kinerja masing-masing satuan kerja (satker). Melalui paparan dari tiap Pejabat Utama, dapat diketahui secara pasti capaian target, kendala di lapangan, serta rumusan solusi untuk perbaikan kinerja ke depan.

    “Ke depan, kegiatan coffee morning ini akan rutin diselingi dengan paparan dari masing-masing PJU Polda Sumsel. Tujuannya agar kita semua memahami program dan kendala tiap satker, sehingga permasalahan organisasi dapat diselesaikan bersama dengan mengedepankan komunikasi lintas fungsi,” kata Kapolda, dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

    Kapolda menyoroti profesionalisme Polri sangat bergantung pada kompetensi sumber daya manusia. Ia mengingatkan organisasi harus diisi oleh personel yang ahli di bidang tugasnya masing-masing. Oleh karena itu, pengelolaan kompetensi yang terarah menjadi hal mutlak.

    Kapolda menginstruksikan setiap satker untuk segera memetakan kompetensi personelnya. Pemetaan ini akan menjadi dasar bagi penyusunan program pelatihan dan pengembangan kemampuan secara berkelanjutan.

    “Pimpinan di setiap tingkatan bertanggung jawab memastikan anggotanya memiliki kemampuan yang mumpuni. Kompetensi ini harus terus diasah melalui latihan agar personel selalu siap kerja dan pelaksanaan tugas berjalan efektif serta efisien,” ujarnya.

    Mengakhiri kegiatan, Kapolda Sumsel menekankan memajukan organisasi, seluruh elemen di Polda Sumsel tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Soliditas internal, kolaborasi antarfungsi, dan komitmen terhadap profesionalisme adalah kunci utama agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

  • Pasca-Lebaran, Kapolda Sumsel Tekan Tombol ‘Gaspol’, Karhutla Jadi Atensi Utama

    Pasca-Lebaran, Kapolda Sumsel Tekan Tombol ‘Gaspol’, Karhutla Jadi Atensi Utama

    *PALEMBANG, 25 Maret 2026* – Memasuki hari pertama kerja usai cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan langsung merapatkan barisan. Mengedepankan semangat melayani dan melindungi masyarakat, Kapolda Sumsel memimpin Apel Pagi sekaligus Halal Bihalal di Halaman Mapolda Sumsel, Rabu (25/3/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut turut dihadiri oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., Irwasda Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., beserta seluruh jajaran Pejabat Utama (PJU) dan personel Polda Sumsel.

    Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas dedikasi personel yang tak kenal lelah menjaga keamanan masyarakat selama bulan suci Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri. Beliau menekankan bahwa rasa aman dan nyaman yang dirasakan warga adalah hasil dari sinergitas yang solid antara Polri, ASN, TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat. “Keberhasilan pengamanan ini adalah wujud nyata pelayanan kita. Namun,

    tugas melindungi masyarakat tidak berhenti di sini. Personel harus tetap memonitor dinamika arus lalu lintas hingga Operasi Ketupat resmi berakhir malam ini pukul 24.00 WIB,” tegas Kapolda dalam amanatnya. Lebih lanjut, pucuk pimpinan Polda Sumsel tersebut langsung menyoroti tantangan berikutnya yang membutuhkan perhatian serius, yakni kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

    Mengingat musim kemarau yang mulai tiba serta prediksi fenomena El Nino pada tahun 2027, jajaran diminta segera mengambil langkah mitigasi sedini mungkin. Penanganan Karhutla ditegaskan tidak bisa dilakukan sendirian. Kapolda menginstruksikan personelnya untuk kembali merajut sinergi yang kuat dengan berbagai instansi dan masyarakat agar dampak buruk Karhutla terhadap kesehatan dan perekonomian warga dapat dicegah.